Dahulu banyak orang menganggap kotoran sapi sebagai benda yang tidak banyak berguna dan pemanfaatannya hanya sebatas pada pembuatan pupuk ternak. Namun siapa sangka bahwa dari kotoran sapi ini bisa dihasilkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Energi yang dihasilkan dari kotoran sapi ini adalah biogas berupa gas methan yang diolah melalui alat yang disebut bio-digester. Teknologi ini sudah dikembangkan di beberapa peternak sapi di Jawa Tengah dan Jawa Barat,Biogas yang dihasilkan dari kotoran tersebut dipakai sebagai bahan bakar untuk memasak dan juga penerangan.
Bio-digester adalah alat yang digunakan untuk mengolah limbah organik (khususnya kotoran ternak dan limbah industry tahu dan tempe) menjadi biogas sehingga dapat digunakan untuk memasak dan hasil lainnya berupa pupuk organik Dalam skala limbah ternak khususnya sapi, alat ini didesain mampu mengolah limbah 1 ekor sapi ukuran sedang dengan biogas yang dihasilkan tiap hari 0,5 sampai 0,9 meterkubik atau jika digunakan untuk memasak selama 2 sampai 3 jam tiap hari. Tetapi jika digunakan dalam industri tahu, alat ini dapat mengolah limbah cair 35 liter tiap hari dengan gas yang dihasilkan 0,3-0,6 meterkubik tiap hari.Dalam perkembangannya banyak alat bio-digester yang telah dibuat dan dimodifikasi sesuai dengan ukuran dan material yang didapat. Di bawah ini adalah 2 tipe bio-digester yang umum digunakan.
1. Type Floating Dome.
2. Type Fixed Dome .
Untuk pemeliharaan bio-digester bisa dilakukan hal-hal berikut
- Tidak memasukkan zat-zat kimia ke dalam bio-digester.
- Lumpur kotoran hasil pengurasan tangki masih berbahaya bagi lingkungan ,sehingga masih diperlukan pengolahan lebih lanjut.
- Hindarkan api dan zat yang mudah terbakar dari lubang pengaliran gas.
- Coba rawat dengan baik agar tidak terjadi kebocoran.
Sumber:
- Ana Nurhasanah dkk,Perkembangan Digester Biogas di Indonesia,2006.
- www.kr.co.id.
- http://www.dimsum.its.ac.id/id
- http://www.eere.energy.gov/tribalenergy/pdfs/course_biomass_duff_ad.pdf


Tidak ada komentar:
Posting Komentar