Jumat, 23 Mei 2008

Bhut Jolokia , "Lombok" Terpedas di Dunia


Tidak hanya suhu, kecepatan ,berat ataupun sebangsanya yang memiliki satuan,Namun tahukah anda bahwa di dunia ini ada satuan guna mengukur kepedasan sebuah cabai?? Ya, satuan tersebut dinamakan satuan scoville yang diambil dari nama seorang farmakolog Amerika Serikat bernama Wilbur L. Scoville (1865 – 1942). Skala scoville ini mengukur konsenstrasi sebuah zat dalam sebuah cabai yang bernama capsaicin, zat inilah yang bertanggungjawab memberikan rasa pedas pada sebuah cabai. Ok, sekarang kita mempunyai satuan scoville untuk mengukur kepedasan suatu cabai seperti halnya kita mempunyai satuan kilometer untuk mengukur panjang atau kilogram untuk mengukur berat, lantas bagaimana caranya mengukur kepedasan cabai? Apakah cabai dimakan begitu saja lalu dinilai kepedasannya?? Tentu tidak sepenuhnya begitu, karena panca indera manusia adalah alat pengukur yang buruk dan kurang presisi. Namun walaupun begitu pengukuran kepedasan cabai pada awalnya masih melibatkan panca indera manusia. Pada tahun 1912 ketika Wilbur Scoville menemukan skala ini, ia melakukan pengukuran kepedasan suatu cabai dengan cara sebagai berikut: Larutan ekstrak/sari cabai dilarutkan ke dalam air yang diberi gula sampai pedasnya tidak terasa lagi, sudah pedas tidaknya sebuah cabai yang diuji ini biasanya dilakukan oleh lima orang penguji. Jadi satuan scoville menunjukkan berapa kali sebuah cabai harus dilarutkan dalam air gula (dalam jumlah tertentu yang standard) sampai zat capsaicin-nya semua larut yang membuat cabai tersebut menjadi tidak pedas lagi. Nah, karena dengan metode pengukuran seperti di atas masih melibatkan panca indera manusia, tentu saja pengukuran masih dapat terjadi bias dan kurang obyektif (selain pengukuran cara di atas kurang praktis) untuk itu pengukuran kepedasan cabai pada saat ini menggunakan metode yang canggih yang dinamakan High Pressure Liquid Chromatography atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC) yang menihilkan keterlibatan panca indera manusia dalam pengukuran kepedasan cabai.

Dan Dari pengukuran yang sudah dilakukan,Cabai alami yang paling pedas adalah Bhut Jolokia, Bhut Jolokia bukanlah cabe sembarangan, tingkat kepedasan yang dihasilkan cabe asli India itu mencapai 1000 kali lipat dibandingkan cabe yang biasa kita temukan di dapur.Pada Uji tingkat Kepedasan menggunakan skala Scoville Heat Unit(SHU) ternyata cabe BHUT JOLOKIA mencapai tingkat kepedasan 1 juta SHU yang berarti hampir dua kali lebih pedas dari cabe pemegang rekor sebelumnya RED SAWINA yang SHU-nya hanya 577.000. BHUT JOLOKIA berarti “Cabe Hantu” dan karena saking pedasnya digambarkan bisa serasa “lepas nyawa” kalau dimakan. Cabe ini berdampak besar terhadap industri makanan karena tidak perlu lagi cabe kemasan besar tapi cukup dengan kemasan kecil saja sudah pedas.Anda mau mencoba??




Dari berbagai Sumber.
(Forum IDWS,Forum clubbing kapan lagi,lintas berita.com,dll)

Tidak ada komentar: